
Silaturahmi merupakan salah satu amalan utama dalam ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Firdaus, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam kegiatan Ngopi yang digelar pada Jumat, 10 April 2026 di MTsN 1 Tebo. Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Firdaus menguraikan empat golongan yang dirindukan surga, salah satunya adalah orang yang menjaga silaturahmi.
Pentingnya silaturahmi ditegaskan dalam Al-Qur'an, khususnya pada surat An-Nisa ayat 36. Ayat tersebut memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya. Allah SWT menegaskan bahwa Dia tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. Dalam ayat ini, perintah untuk menjaga silaturahmi diletakkan berdampingan dengan perintah menyembah Allah, menunjukkan betapa besar kedudukannya.
Tradisi silaturahmi juga menjadi bagian penting dalam perayaan Idulfitri di Indonesia. Banyak umat Muslim yang pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga dan kerabat, mempererat kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan keluarga, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan di tengah masyarakat.
Rasulullah SAW juga menekankan keutamaan silaturahmi dalam berbagai hadis. Salah satunya, sebagaimana dikutip dari buku "Ensiklopedia Amal Saleh Jilid 4" oleh Tim Ahnaf, menyebutkan bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan ingin dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia bersilaturahmi" (HR. Bukhari). Selain itu, silaturahmi juga merupakan tanda keimanan seseorang. Dalam hadis lain disebutkan, "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi" (HR. Abu Hurairah).
Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang menjaga hubungan baik dengan sesama. Dalam hadis, disebutkan bahwa Allah akan dekat dengan manusia yang ramah dan penuh perhatian kepada saudaranya. Menjaga silaturahmi juga disebut sebagai salah satu amalan yang dapat menjauhkan seseorang dari neraka dan memasukkannya ke dalam surga. Hal ini diceritakan oleh sahabat Abu Ayyub Al-Anshari, ketika seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang amalan yang dapat memasukkan ke surga dan menjauhkan dari neraka. Rasulullah menjawab, "Engkau menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi."
Selain mempererat hubungan sosial, silaturahmi juga bermakna menegakkan ajaran agama. Dalam QS An-Nisa ayat 1, Allah SWT memerintahkan manusia untuk bertakwa dan menjaga hubungan silaturahmi, menegaskan bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatan manusia. Ayat ini mengingatkan bahwa menjaga hubungan baik dengan keluarga dan kerabat merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah.
Menjaga silaturahmi sebaiknya dimulai dari keluarga terdekat. Rasulullah mengingatkan agar seseorang tidak hanya berbuat baik kepada teman, tetapi juga kepada saudara dan keluarga, karena hubungan darah memiliki kedudukan yang utama dalam Islam. Dengan menjaga silaturahmi, seseorang dapat memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan mendapatkan keberkahan dalam hidup.
Dengan demikian, pentingnya silaturahmi telah ditegaskan dalam Al-Qur'an dan hadis. Umat Islam dianjurkan untuk selalu menjaga dan mempererat tali persaudaraan, baik dengan keluarga maupun sesama Muslim, sebagai bagian dari pengamalan ajaran agama dan upaya membangun masyarakat yang harmonis.
|
5x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...