
Tari Saman, salah satu tarian tradisional yang berasal dari suku Gayo di Aceh, telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia takbenda. Tarian ini dikenal luas sebagai bentuk seni pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berfungsi sebagai sarana komunikasi, mempererat silaturahmi, menyampaikan pesan moral, serta merepresentasikan alam dan lingkungan sekitar. Tari Saman juga kerap digunakan untuk menyampaikan pantun kepada generasi muda.
Pada acara Haflah Tasyakur MTsN 1 Tebo Angkatan ke-29, sekolah tersebut menampilkan siswa-siswi terbaiknya untuk membawakan Tari Saman di Aula MTsN 1 Tebo. Penampilan ini menjadi salah satu momen yang dinantikan dalam rangkaian acara puncak perayaan kelulusan dan syukuran sekolah.
Ruslan Efendi, guru seni sekaligus pelatih Tari Saman di MTsN 1 Tebo, menjelaskan bahwa ide penampilan Tari Saman berasal dari Kepala Madrasah. "Tari Saman memiliki keunikan, yaitu dijuluki sebagai tari tangan seribu. Hal ini karena para penari harus berkonsentrasi penuh dalam setiap gerakan agar tetap seragam dan terkontrol, terutama saat melakukan gerakan cepat. Selain itu, gerakannya harus sama dengan penari lainnya. Para siswa telah berhasil menampilkan Tari Saman dengan sangat bagus dan kami sebagai guru kesenian merasa turut bangga pada mereka," ujar Fendi.

Tari Saman memiliki daya tarik tersendiri yang memukau penonton. Tarian ini tidak menggunakan alat musik, melainkan mengandalkan irama dari tepukan tangan, dada, dan paha para penari yang dipadukan dengan lantunan syair berbahasa Gayo. Gerakan yang dinamis, rapat, dan serentak menuntut tingkat konsentrasi serta kerja sama yang tinggi, sehingga mencerminkan nilai kebersamaan dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan lingkungan madrasah.
Selain aspek seni, Tari Saman juga sarat dengan pesan moral dan nilai keagamaan. Syair yang dinyanyikan biasanya berisi puji-pujian kepada Tuhan dan ajaran Islam, sehingga tarian ini menjadi media pembelajaran spiritual yang penting bagi para siswa.
Kepala MTsN 1 Tebo menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh siswa, pengurus OSIM, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dan menyukseskan acara Haflah Tasyakur. "Terima kasih pada seluruh siswa-siswi MTsN 1 Tebo, pengurus OSIM, serta semua pihak yang hadir dan menyukseskan acara puncak Haflah. Terima kasih juga untuk para siswa yang telah tampil dengan memukau dan membanggakan," ujarnya.
Penampilan Tari Saman pada acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan spiritualitas di lingkungan MTsN 1 Tebo. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memotivasi siswa untuk melestarikan seni budaya Indonesia sekaligus membangun karakter yang positif.
EA
|
3x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...