
Muara Tebo, 16 Mei 2026.Menjadi Wakil Kepala Madrasah bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) bukanlah tugas yang mudah. Setiap hari harus berhadapan dengan berbagai karakter orang, menjembatani pihak madrasah dengan wali murid, hingga memastikan citra Madrasah tetap bersinar di media Masyarakat. Tidak jarang, dinamika di lapangan mulai dari koordinasi yang meleset hingga komentar miring bisa bikin "sakit hati" atau baper tipis-tipis.
Namun, bukan Waka Humas namanya kalau tidak punya segudang cara untuk tetap tampil energik dan tersenyum di depan kamera. Menghadapi dinamika kerja yang melelahkan hati, berikut adalah beberapa tips jitu dan kocak untuk mengobati sakit hati ala Humas madrasah yang bisa ditiru:
1. Jalur "Geprek" dan Teh Es Terapi
Obat paling manjur setelah seharian berkoordinasi dan menguras emosi adalah asupan logistik yang tepat. Sedikit melipir ke kantin setelah jam aktif selesai, memesan ayam geprek level pedas ditambah teh es manis, dipercaya mampu mengalihkan rasa kesal di hati menjadi keringat sehat.
2. Ambil Kamera, Cari Objek Positif
Bagi seorang Humas, kamera adalah "senjata" sekaligus terapi. Daripada memikirkan hal-hal yang bikin dongkol, cobalah berkeliling lapangan madrasah. Bidik keceriaan siswa kelas VII dan VIII yang sedang beraktivitas, atau potret momen estetik sudut madrasah. Melihat hasil foto yang bagus di galeri seringkali menjadi kepuasan tersendiri yang langsung menyembuhkan suasana hati.
3. Curhat Berjamaah (Asal Bukan di Status WA)
Sakit hati jangan dipendam sendiri. Cara terbaik adalah membagikannya dengan rekan kerja satu frekuensi di ruang guru saat jam istirahat tentunya sambil ditemani gorengan hangat. Prinsipnya jelas: seberat apa pun masalah komunikasi di lapangan, kalau sudah ditertawakan bersama wakil kepala madrasah lainnya atau bendahara, masalahnya langsung terasa remah-remah.
4. Fokus pada "Branding" dan Prestasi, Abaikan Kerikil Kecil
Sebagai corong informasi madrasah, Humas tahu betul bahwa fokus utama adalah kemajuan siswa dan sekolah. Jika ada kesalahpahaman atau kritik yang kurang berdasar, jadikan itu sebagai evaluasi tanpa harus dimasukkan ke dalam hati. Menampilkan prestasi siswa�seperti kemenangan lomba atau suksesnya acara besar adalah balasan terbaik untuk membungkam rasa lelah.
5. Ingat Slogan: Humas Berseri, Madrasah Berprestasi
Tips terakhir adalah selalu kembali ke niat awal. Dedikasi untuk membangun komunikasi yang harmonis demi kemajuan MTsN 1 Tebo adalah obat penawar paling mujarab. Rasa lelah dan sakit hati di lapangan akan langsung sirna begitu melihat sinergi antara kepala madrasah, guru, dan komite berjalan kompak.
"Kerja Humas itu kerja hati. Kalau hatinya sempat tergores sedikit, tinggal dicas lagi pakai senyuman siswa dan dukungan dari rekan sejawat."
Melalui tips-tips sederhana ini, diharapkan atmosfer kerja di lingkungan madrasah tetap terjaga dengan penuh keceriaan dan kekompakan. Semangat terus untuk tim Humas madrasah, tetaplah menjadi jembatan kebaikan.*SJ
|
6x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...