
Muara Tebo, 24 Oktober 2026. Pekatnya kabut asap yang menyelimuti kawasan Kabupaten Tebo dalam beberapa hari terakhir kian memprihatinkan. Kondisi udara yang dinilai sudah tidak sehat tersebut mulai berdampak langsung pada aktivitas persekolahan. Demi menjaga kesehatan peserta didik, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Tebo resmi mengalihkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kabut asap tampak tebal menyelimuti area lingkungan sekolah sejak pagi hari. Jarak pandang yang terbatas serta aroma menyengat bekas pembakaran lahan terasa cukup pekat, sehingga sangat berisiko bagi kesehatan pernapasan, terutama bagi anak-anak.
Pihak sekolah mengambil langkah cepat ini sebagai bentuk antisipasi agar para siswa tidak terpapar bahaya Polusi Udara dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Kondisi udara saat ini memang sangat tidak menyehatkan. Kabut asap begitu tebal, terutama di pagi hari. Oleh karena itu, keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Untuk sementara waktu, pembelajaran dimaksimalkan dari rumah secara online," ujar perwakilan pihak sekolah MTsN 1 Tebo.
Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah, pihak sekolah memastikan proses transfer ilmu tetap berjalan optimal. Para guru tetap memberikan materi, penugasan, dan pendampingan melalui berbagai platform digital yang telah disiapkan.
Pihak MTsN 1 Tebo juga mengimbau kepada seluruh orang tua/wali murid untuk memantau anak-anak mereka agar tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila terpaksa harus keluar rumah, siswa diwajibkan untuk selalu menggunakan masker.
Proses belajar secara daring ini akan terus dievaluasi sembari menunggu perkembangan kondisi kualitas udara di wilayah Kabupaten Tebo kembali membaik dan aman untuk kegiatan belajar tatap muka.*SJ
|
106x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...