
Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam resmi meluncurkan program pelatihan kecerdasan buatan (AI) bertajuk Gemini Academy. Program ini ditujukan khusus bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah di seluruh Indonesia, sebagai upaya mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan.
Pelatihan Gemini Academy dirancang untuk membekali para pendidik dengan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi AI dari Google. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi administrasi serta kualitas metode pembelajaran di ruang kelas. Dengan pelatihan ini, diharapkan guru-guru madrasah dapat lebih siap menghadapi tantangan di era digital.
Salah satu syarat utama bagi peserta adalah memiliki dan mendaftarkan akun Google Workspace for Education resmi milik madrasah. Akun ini menjadi akses utama untuk memanfaatkan fitur-fitur premium Gemini AI yang telah diadaptasi khusus untuk kebutuhan pendidikan. Melalui akun Workspace tersebut, guru dapat memanfaatkan AI untuk berbagai keperluan, seperti penyusunan modul ajar, analisis data siswa, hingga pembuatan materi pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik.
Beberapa manfaat yang ditawarkan antara lain membantu pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang lebih variatif, memudahkan pengolahan nilai serta pemetaan kompetensi peserta didik, dan mempercepat pembuatan bahan presentasi visual. Dengan demikian, proses belajar mengajar di madrasah diharapkan menjadi lebih efektif dan inovatif.
Dirjen Pendidikan Islam menegaskan bahwa inisiatif Gemini Academy merupakan langkah konkret Kemenag dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat. Guru madrasah diharapkan tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu mengoperasikan alat bantu masa depan seperti AI. "AI bukanlah pengganti guru, melainkan mitra untuk memperkuat peran guru. Melalui Gemini Academy, kita ingin memastikan bahwa GTK Madrasah memiliki kompetensi kelas dunia dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi terkini," jelas pihak Kemenag.
Proses pendaftaran pelatihan dilakukan melalui portal resmi pengembangan profesi GTK Kemenag. Guru dan staf tata usaha yang berminat harus melakukan verifikasi akun Google Workspace yang telah terafiliasi dengan domain madrasah masing-masing. Dengan sistem ini, hanya peserta yang memenuhi syarat yang dapat mengikuti pelatihan secara penuh.
Pelatihan Gemini Academy akan dilaksanakan secara daring (online) dalam beberapa gelombang sepanjang tahun 2026. Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat resmi, yang diakui sebagai bagian dari pengembangan kompetensi berkelanjutan. Sertifikat ini diharapkan dapat mendukung karier dan profesionalisme para pendidik madrasah.
Kemenag berharap, melalui pelatihan ini, seluruh madrasah di Indonesia, termasuk di daerah seperti Kerinci, dapat segera menerapkan teknologi AI secara bijak dan produktif. Inisiatif ini sejalan dengan semangat madrasah untuk terus berinovasi dan mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta iman dan takwa (IMTAK).
|
82x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...